Pulau Batu Goyang yang Terpisah dari Pulau Terangan

mongabay.com
Tidak ada pepohonan sama sekali di Batu Goyang selain rumput yang menutupi sebagian bidang pulau.

Untuk sampai ke Pulau Batu Goyang, kami harus menunggu selama dua hari di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, di Pulau Warmar. Kami menunggu suplai bahan bakar minyak untuk kapal yang kami sewa. Akhirnya, setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan, barulah kami mendapat dua drum solar untuk bekal kami melaut.

Kapal yang kami sewa berukuran 15 GT (gros ton), yang diawaki satu kapten dan dua ABK (anak buah kapal). Kami mulai meninggalkan Pelabuhan Dobo pada pukul 15.00 WIT dengan menyusuri laut di sebelah barat Kepulauan Aru yang mengarah ke selatan. Masih ada sisa-sisa angin barat ketika kami melakukan perjalanan ini. Jadi kami menikmati gelombang dan angin kencang pada perjalanan malam hari ini. Yang membantu kami adalah sinar dari cahaya bulan purnama.

Pada esok hari, tepat ketika matahari muncul dari timur, kami sudah sampai di Ujung Pulau Terangan di sebuah selat kecil. Di kiri kami adalah Tanjung Ngabordamlu, yang berarti pulau kecil. Sedangkan di sebelah kanan kami adalah Pulau Batu Goyang. Yang membuat lama perjalanan kami, menurut kapten kapal, ialah arus yang kuat selama perjalanan semalam.

Sebelum mendarat, kapal kami mengelilingi Pulau Batu Goyang yang unik ini. Luas pulau ini cuma 0,65 ha. Tapi ketika kami sampai pagi ini, laut sedang pasang. Jadi luas pulaunya menyusut. Gempuran ombak Laut Aru juga mungkin telah mengakibatkan abrasi yang mengikis luas pulau sedikit demi sedikit. Hasil kikisan air laut ini juga membentuk dan mengikis karang pulau ini menjadi bentuk yang menyerupai piramida. Abrasi itu juga pada zaman dulu mengakibatkan Pulau Batu Goyang terpisah dari Pulau Terangan.

Selain bentuk Pulau Batu Goyang yang unik, hampir tidak ada yang bisa kami nikmati pada salah satu pulau-pulau kecil terluar (PPKT) tidak berpenghuni di Kepulauan Aru ini. Tidak ada pepohonan sama sekali di Batu Goyang selain rumput yang menutupi sebagian bidang pulau.

Secara administratif, Pulau Batu Goyang masuk wilayah Desa Batu Goyang, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Pulau terluar tidak berpenduduk ini berada di Ujung kepulauan Aru berseberangan dengan Tanjung Ngabordamlu dan berbatasan langsung dengan Negeri Kanguru.

Di bagian atas pulau yang tingginya kira-kira 15 m dpl, ada patok yang berfungsi sebagai titik dasar dan titik referensi. Yang menggembirakan, ada juga patok berbentuk persegi empat yang dicat warna merah dan putih sebagai pengganti bendera merah-putih. Jadi nyaris tidak ada yang bisa kami lakukan di PPKT ini selain hanya menikmati keunikan bentuk pulaunya.

Jika saja bukan sebuah pulau terluar, tidak akan ada yang spesial dari Pulau Batu Goyang.
Angin bertiup tidak begitu kencang, namun gelombang cukup mengombang-abingkan kapal kami. Kami mengabadikan keunikan Pulau Batu Goyang yang berbatasan langsung dengan Australia ini. Lalu kapten kapal melajukan kapal ke tenggara menuju PPKT yang lain.

Letak Geografis

Koordinat 06° 57' 01" S dan 134° 11' 38" E
Titik Dasar (TD) No. 102
Titik Referensi (TR) No. 102

Akses Lokasi:

Pesawat
o Jakarta-Ambon dengan waktu tempuh 3,5-5 jam.

Pesawat Perintis/Kapal Pelni
o Pesawat Perintis dari Ambon-Saumlaki-Tual-Ambon dengan jadwal penerbangan satu kali sehari dengan waktu tempuh 2-3 jam. Kapal Pelni dari Ambon-Dobo dengan jadwal pelayaran setiap hari dan waktu tempuh + 2 hari.

Kapal Laut
o Dari Dobo (ibu kota kabupaten Kepulauan Aru di Pulau Warmar), perjalanan ke Pulau Batu Goyang bisa dilanjutkan dengan menyewa speedboat atau perahu nelayan. Rutenya melalui pesisir barat Kepulauan Aru atau jika musim angin barat dengan melewati selat di antara Pulau Terangan dan Pulau Maikoor. Waktu tempuh dengan speedboat + 6 jam dan dengan kapal nelayan + 10 jam.

Waktu terbaik berkunjung

Waktu terbaik berkunjung ke Pulau Batu Goyang adalah pada saat peralihan musim. Peralihan dari musim angin barat ke angin timur atau sebaliknya. Jadi gelombang laut dan angin tidak sebesar pada waktu musim barat dan tidak mengganggu pelayaran. Rekomendasinya adalah pada Maret-Mei dan September-November.

Kata Mereka

“Kita baru tahu kalau Pulau Batu Goyang merupakan pulau terluar. Dulu sekali pulau itu jadi satu dengan Pulau Terangan, nyambung di Tanjung Ngabordamlu. Jadi mungkin karena ombak dan abrasi yang mengikis pulau.  Jadi Pulau Batu Goyang terputus dari Tanjung Ngabordamlu.

Pulau Batu Goyang adalah daerah petuanan Desa Batu Goyang. Kita tidak bisa memanfaatkan apa-apa dari Pulau Batu Goyang. Tidak ada apa-apa di sana, hanya karang cadas. Ikan juga tidak ada. Kalau itu pulau terluar, berarti berhadapan dengan Australia, Darwin. Jadi harus dijaga.” (Saulan, nelayan)

Infografis
Luas : + 0,65 ha

Infrastruktur:

Tidak ada infrastruktur yang berarti di Pulau batu Goyang mengingat bentuk, luas, dan kondisi pulaunya yang sebenarnya hanya berupa batu karang yang menjulang setinggi kurang lebih 15 meter. Hanya ada titik dasar, titik referensi, dan tembok kecil yang dicat warna merah dan putih sebagai pengganti bendera merah-putih.

Oseanografi

Mengikuti pola pasang-surut di Laut Aru, di Batu Goyang terjadi dua kali pasang-surut setiap harinya (tipe harian ganda). Jangkauan pasang surut ini mencapai 2-2,5 meter. Kecepatan arusnya mencapai 15-25 meter per detik dan 65 meter per detik pada saat arus pasang sangat tinggi. Suhu rata-rata perairan Batu Goyang 27,5°-30,4°C.
Tag : Destinasi, Maluku
0 Komentar untuk "Pulau Batu Goyang yang Terpisah dari Pulau Terangan"

Komentar spam yang mengandung link aktif tidak akan ditampilkan.

Back To Top